Daya Aktif, Reaktif dan Nyata

Standar

1. Pengertian Daya

Daya adalah energi yang dikeluarkan untuk melakukan usaha. Dalam sistem tenaga listrik,

daya merupakan jumlah energi yang digunakan untuk melakukan kerja atau usaha. Daya listrik

biasanya dinyatakan dalam satuan Watt atau Horsepower (HP),  Horsepower merupakan satuan

daya listrik dimana 1 HP setara 746 Watt atau lbft/second. Sedangkan Watt merupakan unit daya

listrik dimana 1 Watt memiliki daya setara dengan daya yang dihasilkan oleh perkalian arus 1

Ampere dan tegangan 1 Volt.

Daya dinyatakan dalam P, Tegangan dinyatakan dalam V dan Arus dinyatakan dalam I,

sehingga besarnya daya dinyatakan :

P = V x I

P = Volt x Ampere x Cos φ

P = Watt

Gambar 1 Arah aliran arus listrik

 

1.1 Daya Aktif

Daya aktif (Active Power) adalah daya yang terpakai untuk melakukan energi sebenarnya.

Satuan daya aktif adalah Watt. Misalnya energi panas, cahaya, mekanik dan lain – lain.

P  = V. I . Cos φ

P  = 3 . VL. IL . Cos φ

Daya ini digunakan secara umum oleh konsumen dan dikonversikan dalam bentuk kerja.

1.2 Daya Reaktif

Daya reaktif adalah jumlah daya yang diperlukan untuk pembentukan medan magnet. Dari

pembentukan medan magnet maka akan terbentuk fluks medan magnet. Contoh daya yang

menimbulkan daya reaktif adalah transformator, motor, lampu pijar dan lain – lain. Satuan daya

reaktif adalah Var.

Q = V.I.Sin φ

Q  = 3 . VL. IL. Sin φ

1.3 Daya Nyata

Daya nyata (Apparent Power) adalah daya yang dihasilkan oleh perkalian antara tegangan rms

dan arus rms dalam suatu jaringan atau daya yang merupakan hasil penjumlahan trigonometri daya

aktif dan daya reaktif. Satuan daya nyata adalah VA.

Gambar 2 Penjumlahan trigonometri daya aktif, reaktif dan semu

 

S = P + jQ, mempunyai nilai/ besar dan sudut

S = S     φ

S = √P2

+ √Q2

φ

Untuk mendapatkan daya satu phasa, maka dapat diturunkan persamaannya seperti di bawah ini :

S = P + jQ

Dari gambar 2 terlihat bahwa

P = V.I Cos φ

Q = V. I Sin φ

maka :

S1φ  = V. I. Cos  φ + j V. I Sin φ

S1φ  = V. I. (Cos  φ + j Sin  φ)

S1φ = V. I. ej  φ

S1 φ = V. I     φ

S1 φ = V. I *

Sedangkan untuk rangkaian tiga phasa mempunyai 2 bentuk hubungan yaitu :

Hubungan Wye (Y)

Gambar 3 Hubungan bintang

dimana :

VRS = VRT = VST = VL ; Tegangan antar phasa

VRN = VSN =VTN = VP ; Tegangan phasa

IR = IS = IT = IL (IP) ; Arus phasa /Arus saluran

Bila IL adalah arus saluran dan IP adalah arus phasa, maka akan berlaku

hubungan :

IL = IP

VL = 3 VP

Hubungan Delta (∆)

Gambar 4 Hubungan delta

Di mana :

IRS = IST = ITR = IP ; Arus phasa

IR = IS =IT = IL ; Arus saluran

VRS = VST = VTR = VL (VP) ; Tegangan antar phasa

Bila VL adalah tegangan antar phasa dan VP adalah tegangan phasa maka

berlaku hubungan :

VL = VP

IL = 3 . IP

Dari kedua macam rangkaian di atas, untuk mendapatkan daya tiga phasanya

maka dapat digunakan rumus :

S(3) = 3 . VL. IL

About these ads

3 thoughts on “Daya Aktif, Reaktif dan Nyata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s